Hati-Hati Tedy Koo: Spiritual Healer Gadungan

17:17

Orang bilang hukuman yang lebih berjalan di dunia saat ini adalah gerakan netizen (mungkin sebagai alat karma ya) maka saya ikuti dan membuat artikel ini. Drama ini dimulai sekitar seminggu lalu ketika seorang follower IG saya melaporkan keberadaan akun @tedykoo. Sang follower bilang, konten terbaru di akun itu mirip sekali dengan konten terbaru di akun saya (@ratuvictoria dan @yuksadar_).

akun @tedykoo 19 Maret 2024 jam 11.53 WITA

Awalnya saya pikir, oh ya gapapa deh, toh untuk berbagi untuk orang banyak. Namun ketika melihat konten-konten lain di akun itu, saya cukup terhenyak karena semua judulnya tak asing: judul-judul yang saya ciptakan dari hasil kontemplasi pribadi saya berdasarkan masalah dan penyelesaian yang saya alami sehari-hari. Namun saya tak terlalu ambil pusing karena saya sedang melakukan hal lain.

Tanggal 19 Maret 2024 saya melihat akun itu mem-posting reels yang sama dengan reel yang saya tayangkan tanggal 5 Maret 2024 di akun-akun sosmed saya. Kebetulan saya sedang terbaring sakit, jadi ada waktu untuk mengulik akun ini. Saya scroll ke bawah, bahkan ada konten-konten dengan suara saya di sana, tertanggal sekitar Juli-Agustus 2022. Mengherankan! (ini hanya ungkapan ekspresi karena sesungguhnya sudah jelas plagiarisme, jadi tidak terlalu heran lah)

Saya mulai mempermasalahkan akun ini. Saya posting di story supaya ada jejak digital, supaya para follower yang mulai banyak laporan ke saya bisa paham duduk perkaranya. Singkat cerita, saya menghubungi pemilik akun @tedykoo dan dia menanggapi dan meminta maaf. Sayangnya dia berhadapan dengan saya, seorang penulis yang cukup kritis terhadap setiap kata dan padanan bahasa. Dia tampak kaget karena dituduh plagiat (mungkin sebuah kosa kata baru untuknya di hari itu).  

story saya berdasarkan chat permintaan maaf darinya via DM

Plagiarisme (plagiat/penjiplakan), menurut Wikipedia, adalah pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Bentuk karyanya bisa sama persis tapi tidak mencantumkan sumber, atau diubah sedikit supaya tidak persis sama dengan sumber. Mungkin si penjiplak yang mengaku "Spiritual Healer Specialist" ini tidak tau apapun tentang hak cipta, norma, etika, atau karma. Atau mungkin dia sudah sampai tingkat tertinggi specialist sampai bisa lolos dari itu semua.

story saya berdasarkan chat dari salah satu follower

Ketika saya minta supaya semua reel jiplakan dari saya untuk dihapus, akun @tedykoo segera mem-block akun saya, tapi lewat laporan beberapa teman yang membantu cek, saya mendapat bocoran bahwa dia memasang story meminta maaf jika apa yang sudah dia tayangkan di akunnya "menyinggung atau dianggap plagiat" (artinya dia tidak paham plagiarisme, -red.) dan bahwa dia akan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik...

pernyataan @tedykoo di story IG-nya. saya terganggu dengan kata "dianggap plagiat" karena yang dia lakukan persis hal itu; dan "terinspirasi dr konten akun lain" karena yang dia lakukan adalah menjiplak. dan saya heran kenapa permintaan maafnya tidak mencantumkan nama/akun saya sebagai pihak yang dirugikan?

...tetapi beberapa jam kemudian dia menayangkan reel baru yang dia ubah 2 kalimat pertamanya tetapi menjiplak sama persis isi konten dari akun @cosmicpower.id. Baru saja berjanji untuk lebih baik, tetapi langsung dia lupakan janjinya secepat itu. Bagi saya ini hal yang sangat mengherankan, tapi mungkin biasa bagi orang lain.

yang saya share pada follower IG malam itu

Apa sih untungnya jadi penjiplak? Menjiplak adalah shortcut paling mudah untuk menghasilkan karya. Tapi apa faedahnya? Merasa sudah berkarya? Mendapat pujian? Mendapat follower? Mendapat klien? Lalu bagaimana pertanggungjawabannya terhadap para klien yang berkonsultasi padanya? Hanya memberi ide, konsep imajinatif pada orang-orang, tanpa memberi solusi bagaimana cara melakukannya. Jika dia tidak pernah melewati jalan yang saya lewati untuk menulis sesuatu, bagaimana cara dia memberi tau orang bagaimana caranya ke sana?

Lalu bagaimana dengan batinnya sendiri? Bisakah dia tidur nyenyak tiap malam? Bagaimana dengan image yang sudah telanjur dia bangun selama 1,5 tahun ini? Saya ingat perjalanan saya sendiri berguru privat persis dalam jangka waktu yang sama, jadi mungkin memang dia sudah cukup banyak belajar untuk menjadi seorang spiritual healer specialist. Siapalah saya yang berhak menilai orang lain? Siapa tahu memang inilah misi jiwanya. Setidaknya secara tidak langsung saya sudah membantu sedikit meski bukan dari kehendak saya.


akun @tedykoo 19 Maret 2024 jam 20:58 WITA

Masalah saya dengan si penjiplak selesai seiring story di IG saya berlalu (karena hilang dalam 24 jam). Terakhir saya cek pakai akun lain, 69 reel jiplakan sudah dia hapus. Masih ada sekitar 50 reel yang masih dia anggap miliknya, tapi biarlah. Biarkan dia merasa seperti itu, karena tampaknya dia tidak punya pegangan lain jika 50 reel jiplakan itu hilang dari akunnya. Sisanya, saya biarkan Semesta yang mengurus. Saya sudah punya banyak sekali bahan reels baru berkat @tedykoo, jadi saya berterima kasih padanya sudah mencuri reels saya.

Rahayu. Tabik.

~VT

You Might Also Like

0 comments

My Books

Victoria Tunggono's books on Goodreads
Gerbang Nuswantara Gerbang Nuswantara
reviews: 3
ratings: 11 (avg rating 3.73)

Trilogi Keraton Emas: Gapura (Buku 1) E-Book Edition Trilogi Keraton Emas: Gapura (Buku 1) E-Book Edition
reviews: 2
ratings: 4 (avg rating 5.00)

Gateway to Nuswantara Gateway to Nuswantara
ratings: 1 (avg rating 5.00)

Trilogi Keraton Emas: Gapura Trilogi Keraton Emas: Gapura (Buku 1)
reviews: 1
ratings: 1 (avg rating 5.00)